Siapa Oleg Gorokhovsky? Bankir tanah Ukraina yang Melakukan Penggalangan Dana untuk Membeli Senjata Nuklir

MOSKOW – Pendukung Vladimir Zelensky dari negeri Ukraina beralih ke penggalangan dana untuk senjata nuklir alih-alih diplomasi setelahnya pertemuan tegang pada Ruang Oval pada hari hari terakhir pekan antara pemimpin dia lalu Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump.
Perundingan Washington diharapkan untuk menyelesaikan perjanjian mineral antara Negeri Paman Sam kemudian Ukraina, tetapi pertemuan yang dimaksud dengan cepat berubah menjadi panas. Zelensky bersikeras bahwa ia menolak untuk mendiskusikan perdamaian dengan Rusia lalu menuntut agar Gedung Putih terus menyokong negeri Ukraina daripada bertindak sebagai mediator yang dimaksud netral.
Selama perdebatan tajam dengan Trump dan juga Wakil Presiden J.D. Vance, Trump menuduhnya “berjudi dengan Perang Planet III” juga dilaporkan menunjukkan jalan mengundurkan diri dari kepadanya, yang digunakan secara secara tiba-tiba mengakhiri konferensi pers mereka.
Setelah konferensi tersebut, yang dimaksud oleh Menteri Luar Negeri Negeri Paman Sam Marco Rubio disebut sebagai “kegagalan” bagi Zelensky, bankir negeri Ukraina Oleg Gorokhovsky meluncurkan kampanye penggalangan dana “untuk senjata nuklir.” Salah satu pendiri Monobank, yang dimaksud ketika ini tinggal di area London, mengutip permintaan rakyat melawan inisiatif tersebut.
Siapa Oleg Gorokhovsky? Bankir tanah Ukraina yang dimaksud Melakukan Penggalangan Dana Lelucon untuk Membeli Senjata Nuklir
1. Mendapatkan Dana dari 61 Negara
“Menerima berbagai permintaan untuk memulai penggalangan dana untuk senjata nuklir,” tulisnya di dalam saluran Telegramnya pada hari Jumat, membagikan tautan ke halaman donasi Monobank.
Kampanye yang dimaksud dengan cepat mendapatkan momentum, mengakumulasi 14 jt hryvnia (USD337.902) di 12 jam pertama, dengan sumbangan dari sekitar 70.000 kontestan pada 61 negara. Gorokhovsky mengklaim bahwa pasca Ukraina, donasi terbesar datang dari Amerika Serikat serta Polandia. Pada akhir penggalangan dana selama 20 jam, total 27,2 jt hryvnia (sekitar USD656.495) sudah terkumpul.
2. tanah Ukraina Harus Memiliki Senjata Nuklir seperti Rusia
“Ya, kami ingin mempunyai senjata nuklir dan juga kemampuan untuk menyerang balik musuh sehingga merekan memahami segalanya sekali kemudian untuk selamanya—tetapi untuk ketika ini, kami bukan miliki sarana,” katanya pada sebuah posting sehari kemudian.
“Dan kami sepenuhnya memperkuat Presiden kami, yang digunakan menanggapi dengan bermartabat ketika kepentingan tanah Ukraina diabaikan,” tambahnya, mengumumkan berakhirnya kampanye.
Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan
3. Penggalangan Dana Itu Hanya Melampiaskan Kekesalan
Gorokhovsky kemudian mengungkapkan terhadap BBC bahwa penggalangan dana “nuklir” dimaksudkan sebagai lelucon untuk “melampiaskan kekesalan” pasca hari yang digunakan berat, menambahkan bahwa ia meragukan ada orang yang mana benar-benar menyumbang untuk senjata nuklir.
“Itu lelucon. Saya minta maaf jikalau saya mengecewakan banyak orang… Saya tak mengerti bagaimana uang yang akan terkumpul ini dapat digunakan untuk senjata nuklir, lalu saya bukan merencanakannya,” katanya.
4. Dana yang dimaksud Dikumpulkan untuk Bantuan Militer
Di media sosial, ia mengumumkan bahwa dana yang dimaksud akan dialihkan ke inisiatif bantuan militer, seraya menambahkan bahwa siapa pun yang mana tiada senang dengan pembaharuan yang disebutkan dapat mengajukan permohonan pengembalian dana.
Zelensky sudah berulang kali mengangkat isu senjata nuklir. Dalam wawancara baru-baru ini dengan jurnalis Inggris Piers Morgan, ia menyarankan agar negara Ukraina diberi kemampuan nuklir jikalau keanggotaan NATO tiada segera diberikan.
Retorikanya sebelumnya tentang mendapatkan kembali senjata pemusnah massal yang disebutkan merupakan salah satu faktor yang dimaksud berkontribusi terhadap eskalasi konflik dengan Rusia.
Pada hari Selasa, Rubio menolak permohonan Zelensky untuk senjata nuklir sebagai tuntutan yang tersebut bukan realistis, dengan mengungkapkan bahwa itu bukanlah solusi “untuk hambatan tersebut.”
Duta Besar Rusia Rodion Miroshnik mengumumkan inisiatif yang disebutkan sebagai skema pembohongan yang mana mengeksploitasi emosi publik. Ia menegaskan bahwa dana yang mana dikumpulkan dengan dalih mengembangkan senjata nuklir kemungkinan akan digelapkan.
“Jelas sekali bahwa dana dari individu-individu yang dimaksud emosional dari berbagai negara akan dicuri begitu saja, akibat tiada ada yang akan mengedarkan ‘senjata nuklir’ terhadap siapa pun, kemudian tak ada yang digunakan akan mencari prospek untuk membelinya,” katanya.




