Lion Parcel Perluas Jangkauan INTERPACK ke Lebih dari 220 Destinasi Internasional

Perluasan pasar internasional menjadi peluang penting bagi pelaku Bisnis Indonesia yang ingin menjangkau konsumen di luar negeri. Menjawab kebutuhan tersebut, Lion Parcel memperkuat layanan pengiriman internasional INTERPACK yang kini menjangkau lebih dari 220 destinasi di berbagai negara. Pengembangan ini diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dengan tarif pengiriman mulai Rp37.500, layanan tersebut menawarkan alternatif distribusi bagi pelanggan individu maupun perusahaan. Langkah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya konektivitas logistik dalam mendukung ekspor, terutama bagi UMKM yang sedang merencanakan perluasan jangkauan pemasaran.
Ekspansi Layanan INTERPACK Buka Akses Pengiriman ke Pasar Global
Perusahaan logistik Lion Parcel mengembangkan jangkauan jaringan pengiriman lintas negara melalui perluasan layanan pengiriman INTERPACK. Produk pengiriman lintas negara ini kini menjangkau lebih dari 220 destinasi internasional. Pengembangan jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk melayani pelanggan perorangan maupun perusahaan. Dengan cakupan tujuan yang semakin beragam, pelaku usaha memiliki tambahan pilihan pengiriman ketika merencanakan ekspor produk.
Pengembangan konektivitas internasional tersebut diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang diselenggarakan pada pertengahan Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang. Ajang perdagangan tersebut memberikan ruang bagi penyedia distribusi untuk menjangkau pelaku usaha. Dalam strategi Lion Parcel, kehadiran dalam pameran perdagangan tersebut dapat mendukung penjajakan kerja sama kepada eksportir nasional. Meski menawarkan akses yang lebih luas, ketentuan pengiriman masih perlu disesuaikan dengan destinasi dan barang.
Memahami Ongkos Kirim INTERPACK bagi Pelanggan dan Pelaku Bisnis
Selain memperluas jangkauan, layanan INTERPACK menyediakan ongkos kirim internasional dengan harga awal Rp37.500. Informasi tarif tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengusaha yang ingin melayani konsumen internasional. Meski terdapat tarif awal tersebut, harga tersebut tidak otomatis sama bagi setiap negara tujuan. Ongkos kirim aktual sebaiknya dihitung menggunakan rincian tujuan, ukuran serta bobot kiriman, serta ketentuan layanan yang digunakan.
Bagi pelaku Bisnis ekspor, biaya pengiriman memiliki pengaruh terhadap penetapan harga. Komoditas dengan harga satuan kecil dapat menjadi kurang kompetitif ketika ongkos kirim terlalu tinggi. Oleh karena itu, pemilik toko dianjurkan menyusun simulasi biaya pengiriman, termasuk kemasan pelindung, biaya logistik utama, dan pungutan impor apabila berlaku. Dengan perhitungan yang lengkap, pelaku usaha dapat menilai kelayakan transaksi internasional.
Dukungan Operasional Lion Parcel bagi Perusahaan yang Membutuhkan Distribusi Terintegrasi
Sebagai pelengkap jaringan pengiriman global, penyedia logistik tersebut menawarkan dukungan bagi pelanggan korporasi. Fasilitas logistik antarbisnis tersebut dirancang mendukung kebutuhan operasional pengiriman dengan tingkat aktivitas distribusi yang berbeda. Fitur dalam solusi B2B tersebut meliputi PIC khusus untuk membantu pemantauan pengiriman, integrasi application programming interface atau API, fasilitas penjemputan kiriman berdasarkan ketentuan kerja sama, dan tarif khusus untuk pelanggan bisnis.
Penyediaan dukungan operasional ini dapat membantu perusahaan mengelola pengiriman berulang. Penghubungan perangkat lunak melalui API, misalnya, dapat mendukung pertukaran data pengiriman, bergantung pada fitur teknis yang tersedia. Sementara itu, pendampingan petugas penghubung memberikan saluran komunikasi bagi pelanggan perusahaan. Bagi perusahaan yang mengelola banyak kiriman, sistem pengiriman yang terintegrasi dapat meningkatkan keteraturan proses pengiriman. Namun, efektivitasnya perlu dinilai melalui kondisi operasional masing-masing bisnis.
Pengembangan Infrastruktur Internasional Lion Parcel di Kawasan Asia Tenggara
Untuk memperkuat jaringan lintas negara, perusahaan meresmikan kehadiran kantor luar negeri pertamanya di kawasan Subang Jaya, negara Malaysia pada bulan September 2026. Langkah tersebut mencerminkan upaya memperluas kehadiran regional. Upaya peningkatan jangkauan operasional juga berhubungan dengan dukungan infrastruktur kelompok usaha Lion Group, termasuk jaringan penerbangan Batik Air Malaysia dan infrastruktur pengelolaan kargo pada KLIA Cargo Village.
Konektivitas operasional di kawasan Asia Tenggara dapat mendukung pengaturan pergerakan barang. Untuk operasional ekspor dan impor, koordinasi transportasi dan penanganan kargo menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Jaringan sarana distribusi berpotensi memberikan fleksibilitas pengelolaan operasional. Meski demikian, keberadaan fasilitas tambahan bukan jaminan semua paket tiba lebih cepat. Ketepatan waktu pengantaran tetap ditentukan oleh kondisi operasional dan ketentuan negara tujuan.
Peluang UMKM Indonesia Memanfaatkan INTERPACK untuk Ekspor
Pengembangan layanan pengiriman Lion Parcel menawarkan opsi logistik tambahan untuk pengusaha lokal yang ingin menjual produk ke pasar luar negeri. Produsen aksesori dan pengusaha barang gaya hidup dapat mempertimbangkan layanan internasional apabila jenis produknya memenuhi ketentuan pengiriman. Berkat cakupan jaringan lintas negara, pengusaha memiliki kesempatan mengevaluasi jangkauan penjualan. Meski demikian, tersedianya layanan logistik bukan berarti produk otomatis dapat diekspor. Setiap produk sebaiknya diverifikasi sebelum proses pengiriman dilakukan.
Persiapan distribusi lintas negara yang terukur harus memperhatikan kelengkapan informasi pengiriman, perhitungan biaya penjualan, dan pemilihan kemasan yang sesuai. Untuk produk yang mudah pecah, prosedur pengepakan memerlukan perhatian khusus. Untuk kategori barang lainnya, produk dengan aturan impor khusus membutuhkan pemeriksaan kelengkapan lebih lanjut. Pengusaha perlu menyepakati pihak yang menanggung bea dan pajak sebelum pesanan dikirimkan. Dengan persiapan tersebut, pengiriman berpotensi berjalan lebih terencana.
Rangkuman: Pengembangan INTERPACK sebagai Alternatif Logistik Lintas Negara
Perluasan layanan INTERPACK ke lebih dari 220 destinasi global memberikan opsi distribusi tambahan untuk pelanggan individu dan pelaku Bisnis. Informasi biaya pengiriman dari Rp37.500 dan dukungan logistik perusahaan melalui koneksi API memberikan gambaran pengembangan layanan perusahaan. Meski memiliki cakupan lebih luas, pelaku usaha tetap perlu memeriksa tarif aktual, persyaratan komoditas lintas negara, serta estimasi durasi distribusi. Dengan evaluasi kebutuhan logistik yang matang, akses distribusi lintas negara dapat membantu rencana penjualan global. Apakah Anda tertarik memanfaatkan pengiriman internasional untuk mengembangkan usaha? Silakan bagikan pendapat Anda agar pengusaha dapat saling bertukar pengalaman mengenai logistik internasional.




