Bisnis

Krisis biaya hidup, warga Australia mulai beralih dari mobil ke kendaraan beroda dua

DKI Jakarta (ANTARA) – Semakin sejumlah warga Australia yang memilih untuk bepergian dengan kendaraan beroda dua dan juga meninggalkan mobil mereka sebagai upaya untuk menekan tagihan rumah tangga sebab krisis biaya hidup yang digunakan terus berlanjut.

Data yang dimaksud dikumpulkan oleh Bicycle Network, dikutipkan laman Drive, Minggu, menunjukkan jumlah keseluruhan penduduk yang digunakan melakukan perjalanan dengan kendaraan beroda dua telah lama meningkat rata-rata 6 persen di dalam seluruh Australia dan juga 4 persen di dalam Victoria dibandingkan tahun lalu.

Tren meninggalkan mobil dan juga beralih ke sepeda gowes untuk menghemat uang didukung oleh survei tahun 2023 oleh Climate Council of Australia, yang digunakan mengungkapkan bahwa 71 persen pemukim Australia harus mengambil langkah untuk memangkas biaya berkendara di berada dalam melonjaknya biaya material bakar.

Baca juga: Peluncuran mobil listrik Dolphin dapat picu pertempuran nilai tukar ke Australia

Bahkan, stasiun komponen bakar dalam Sydney, misalnya, membebankan nilai tukar tertinggi pada tahun 2024.

Analisis terbaru yang tersebut diwujudkan oleh NRMA (National Roads and Motorists Association) menemukan bahwa Sydney mempunyai biaya rata-rata tertinggi 222,9 sen per liter pada bulan April tahun ini, juga rekor nilai tertinggi 237,9 sen.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Australian Automobile Association (AAA) dari kuartal kedua tahun ini, rata-rata rumah tangga, yang tersebut terdiri berhadapan dengan pasangan dengan dua anak, menghabiskan sekitar 459 dolar Australia (AUD) atau sekitar Rp5 jt per minggu untuk biaya operasional mobil – dengan cicilan kredit serta komponen bakar mencapai lebih lanjut dari dua pertiga jumlah agregat tersebut.

Baca juga: Toyota uji kendaraan bertenaga hidrogen di dalam jalan umum Australia

Pada kuartal yang digunakan mirip tahun lalu, rata-rata biaya operasional mobil adalah 415 AUD (Rp4,4 juta), menurut AAA, yang digunakan menunjukkan bahwa kepemilikan mobil sudah pernah menjadi sangat jauh lebih lanjut mahal pada tahun lalu.

Sementara indeks nilai tukar konsumen naik 4,1 persen pada tahun 2023, pengeluaran rumah tangga Australia untuk transportasi meningkat lebih besar dari tiga kali lipat, kata AAA.

Data menunjukkan bahwa rakyat pada ibu kota sekarang menghabiskan 17 persen dari pendapatan mereka itu untuk transportasi – rata-rata 434,77 AUD (Rp4,6 juta) per minggu – sementara rumah tangga pada tempat menghabiskan 15,4 persen.

Baca juga: Penjualan kendaraan listrik pada Australia naik 65 persen pada 12 bulan

Selain materi bakar, biaya awal mobil kemudian cicilan kredit, biaya-biaya lain yang berhubungan dengan mobil diantaranya asuransi, servis, ban kemudian registrasi.

Berita ini muncul seiring dengan laporan dari website pembanding asuransi Mozo yang tersebut juga mengungkapkan bahwa warga Australia pada saat ini membayar rata-rata 1.717 AUD (Rp18,35 juta) per tahun untuk asuransi mobil komprehensif, dengan premi yang dimaksud sudah meningkat 16 persen di 12 bulan terakhir.

Selain itu, sebuah survei oleh website perbandingan keuangan Finder pada bulan Juni menemukan bahwa dari 961 pengendara yang disurvei, 16 persen telah dilakukan membatalkan atau menurunkan polis asuransi mobil mereka itu di 12 bulan terakhir sebab kenaikan premi dan juga kesulitan biaya hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Lexus IS sanggup kembali ke Australia sebagai saingan listrik Tesla

Penelitian ini menemukan bahwa 5 persen pengemudi mengabaikan polis mereka, sementara 11 persen menurunkan polis mereka itu untuk menghemat uang, juga 9 persen bukan memiliki pemeliharaan ke luar pihak ketiga yang dimaksud diwajibkan.

“Banyak yang tersebut terpaksa mengabaikan polis mereka dikarenakan mereka itu mencoba untuk terus bertahan hidup,” kata Pakar Asuransi ke Finder Tim Bennett.

“Meskipun ada tekanan, tidaklah mempunyai asuransi mobil mirip sekali akan menghasilkan Anda terekspos secara finansial apabila muncul kecelakaan, pencurian, ban kempes, atau bahkan bencana alam,” tambahnya.

Pengiriman mobil baru juga terkena dampaknya, masuk ke wilayah negatif selama dua bulan berturut-turut, yang tersebut merupakan rentetan terpanjang di dua tahun terakhir.

Menurut data terbaru VFACTS yang digunakan disediakan oleh Kamar Industri Otomotif Federal (FCAI), sebanyak 99.881 kendaraan baru terjual pada Australia bulan lalu, turun 9,8 persen dari transaksi jual beli September 2023.

Baca juga: Kadin-Australia Barat jajaki prospek kembangkan bidang sel EV

Artikel ini disadur dari Krisis biaya hidup, warga Australia mulai beralih dari mobil ke sepeda

Related Articles

Back to top button