China mendukung rencana pencabutan sanksi Negeri Paman Sam terhadap Suriah

Beijing – pemerintahan China menyokong tindakan pemerintah Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap Suriah seperti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Selama ini China menentang sanksi sepihak yang tersebut tiada sah. Kami bersimpati untuk rakyat Suriah yang tersebut menderita akibat sanksi tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di konferensi pers ke Beijing pada Kamis (15/5).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memerintahkan pencabutan sanksi terhadap Suriah menyusul konsultasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta para pemimpin negara di Timur Tengah.
"China membantu kebijakan pada juga luar negeri Suriah yang dimaksud mengutamakan perdamaian juga inklusivitas, juga memperkuat agar negara yang dimaksud kembali stabil untuk membangun, yang dimaksud juga diharapkan oleh masyarakat internasional," tambah Lin Jian.
Dalam sebuah forum pembangunan ekonomi pada Riyadh pada Selasa (13/5), Trump mengemukakan bahwa selain dengan Presiden Erdogan, dirinya turut mengajukan permohonan pendapat dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang dimaksud "berkomunikasi dengannya kemudian memohonkan hal yang tersebut sama".
"Saya akan memerintahkan pencabutan sanksi terhadap Suriah demi memberi merekan prospek mewujudkan kejayaannya," kata Trump di dalam hadapan forum.
Ia mengatakan, pada waktu ini adalah waktu yang tepat bagi Suriah untuk kembali bersinar, sehingga semua sanksi harus dicabut.
"Maka itu, saya berkata, 'Semoga Suriah beruntung. Tunjukkanlah hal yang tersebut istimewa bagi kami sebagaimana yang digunakan telah dilakukan terbentuk di dalam Arab Saudi," ucap Presiden AS.
Pernyataan Trump yang dimaksud disampaikan sehari pasca ia mengakui sedang mempertimbangkan pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah.
Trump bermetamorfosis menjadi pemimpin Barat kesekian yang tersebut berniat mencabut sanksi perekonomian negaranya terhadap Damaskus yang berlaku sejak rezim Bashar Al-Assad.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan sesudah itu mengatakan, Uni Eropa akan mencabut sanksi terhadap Suriah secara bertahap pada waktu menerima Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa pada Paris.
Trump juga sudah ada bertemu dengan Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa pada Rabu (14/5) di sedang kunjungan kenegaraannya dalam Arab Saudi. Trump menyampaikan untuk Al-Sharaa bahwa ia mempunyai "kesempatan luar biasa untuk melakukan sesuatu yang tersebut bersejarah bagi negaranya."
Ahmed al-Sharaa, yang tersebut menjadi pemimpin pasukan di menggulingkan Assad, dinyatakan sebagai presiden untuk masa transisi pada akhir Januari lalu.
Bashar Al-Assad mengatur Suriah selama hampir 25 tahun. Ia melarikan diri ke Rusia pada 8 Oktober 2024, sehingga mengakhiri rezim Partai Baath yang berlangsung sejak 1963.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent juga memaparkan Departemen Keuangan Amerika Serikat berada dalam mengambil langkah untuk meringankan sanksi terhadap Suriah.
Artikel ini disadur dari China dukung rencana pencabutan sanksi AS terhadap Suriah




