Hasil Indonesia Masters 2025: Leo/Bagas Takluk pada Tangan Ganda Putra Tanah Melayu

JAKARTA – Perjuangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana , harus terganggu dalam putaran 32 besar Indonesia Masters 2025. Mereka kalah dua gim secara langsung dari pasangan Malaysia, Nur Mohd Azriyn Ayub/Tan Wee Kiong, dengan skor 16-21 kemudian 17-21 pada laga yang tersebut berlangsung di dalam Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025) di malam hari WIB.
Leo/Bagas sebenarnya memulai gim pertama dengan sangat baik. Mereka tampil agresif dan juga berhasil unggul jarak jauh 8-3 melawan Azriyn/Kiong. Keunggulan itu berlanjut hingga interval gim pertama dengan skor 11-6.
Namun, selepas jeda, pasangan Negara Malaysia perlahan bangkit kemudian mengejar ketertinggalan. Mereka sukses membalikkan keadaan menjadi 13-12, memanfaatkan beberapa kesalahan dari Leo/Bagas. Kepercayaan diri Azriyn/Kiong semakin meningkat hingga melakukan penutupan gim pertama dengan kemenangan 21-16.
Memasuki gim kedua, tekanan dari Azriyn/Kiong terus berlanjut. Leo/Bagas sempat tertinggal 4-7 sebelum akhirnya menyamakan skor menjadi 8-8. Kompetisi berjalan ketat dengan kejar-mengejar bilangan bulat hingga skor imbang 10-10.
Setelah interval, Leo/Bagas sempat bangkit kemudian unggul 15-12, memberikan harapan terhadap para pendukung di area Istora Senayan. Namun, momen itu tak berlangsung lama. Azriyn/Kiong kembali menunjukkan performa solid dan juga sukses mengejar ketertinggalan hingga berbalik unggul 18-15.
Di poin-poin akhir, Leo/Bagas berjuang mengundurkan diri dari dari tekanan, tetapi pasangan Negara Malaysia tampil lebih tinggi tenang kemudian konsisten. Gim kedua pun ditutup dengan skor 21-17 untuk kemenangan Azriyn/Kiong, sekaligus melakukan konfirmasi langkah mereka itu ke fase 16 besar.
Hasil ini menjadi pembelajaran penting bagi Leo/Bagas, yang digunakan berada pada peringkat 25 dunia. Meski menunjukkan performa apik dalam awal, konsistensi merekan perlu ditingkatkan untuk menghadapi pasangan dengan pengalaman seperti Azriyn/Kiong.
Sementara itu, kekalahan ini menciptakan Indonesia kehilangan salah satu wakilnya di area sektor ganda putra, namun harapan masih ada pada pasangan-pasangan lain yang mana berlaga dalam kejuaraan berlevel Super 500 ini.




