LSI Denny JA: Makan Bergizi Gratis Peringkat 1 Rencana 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran

JAKARTA – Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan skor positif paling tinggi di 100 hari kerja. Sementara usulan Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD menjadi wacana yang tersebut mendapat respons paling negatif dari masyarakat.
Hal ini merupakan hasil laporan LSI Denny JA yang tersebut menggunakan dua pendekatan yakni LSI Weight Scoring Model dan juga Aplikasi komputer LSI Internet. Model pertama menentukan ranking inisiatif positif melalui kriteria berbobot yang mana mencakup dampak strategis (30%), dampak secara langsung (25%), keberlanjutan kemudian efisiensi (20%), sentimen rakyat (15%), juga dukungan kebijakan pemerintah lalu internasional (10%).
Model kedua menganalisis jumlah kali dan juga sentimen percakapan daring antara 20 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025. Kombinasi metodologi ini memberikan deskripsi kuantitatif kemudian kualitatif terhadap inisiatif yang dievaluasi.
“Program Makan Bergizi Gratis menempati peringkat pertama dengan skor 8,4 sebab dampaknya yang dimaksud segera terhadap pengurangan stunting kemudian peningkatan kondisi tubuh masyarakat, menyokong kualitas generasi mendatang. Efeknya juga akan terasa pada perekonomian melalui peningkatan permintaan pangan lokal,” ujar peneliti senior LSI Denny JA Ardian Sopa, hari terakhir pekan (24/1/2025).
Di peringkat kedua adalah inisiatif Rehabilitasi dan juga Renovasi Sekolah dengan skor 8,0. Proyek memperbaiki infrastruktur pendidikan, menurunkan kesenjangan akses antara wilayah perkotaan juga pedesaan, juga meningkatkan kualitas belajar, ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap keadilan sosial.
Ketika individu anak pada pedesaan dapat belajar di area ruang kelas yang digunakan layak, mereka itu diberi kesempatan untuk bermimpi lebih banyak besar. “Pendidikan adalah fondasi untuk memulai pembangunan masa depan bangsa dan juga penanaman modal pada infrastruktur sekolah tidak hanya sekali menciptakan lingkungan belajar yang tersebut nyaman, tetapi juga memberdayakan guru dan juga siswa untuk memberikan juga menerima yang dimaksud terbaik,” kata Ardian.
Program yang digunakan mendapat respons positif ketiga adalah Swasembada Pangan dengan skor 7,8. Proyek ini fokus pada pengurangan impor pangan, peningkatan ketahanan pangan, kemudian dukungan terhadap petani lokal menjadikan acara ini sangat strategis untuk jangka panjang.
Swasembada pangan adalah cerminan kemandirian bangsa. Dalam dunia yang tersebut semakin rentan terhadap krisis global, kemampuan untuk memproduksi permintaan pokok sendiri adalah bentuk ketahanan nasional.
Program-program selanjutnya adalah Pengembangan Kemakmuran Guru dengan skor 7,8; Kenaikan Upah Minimum Nasional dengan skor 7,8; Keanggotaan Indonesia pada BRICS dengan skor 7,8; Rencana Transisi Daya Hijau dengan skor 7,7; Pemberantasan Judi Online dengan skor 7,3; kemudian Penurunan Harga Tiket Transportasi Publik dengan skor 7,2.




