Majelis Masyayikh Perkuat Identitas Pendidikan Pesantren lewat Sistem Penjaminan Mutu

JAKARTA – Majelis Masyayikh mengatur Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Formal Pesantren Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Kegiatan yang mana berlangsung dalam DKI Jakarta ini dilakukan sejak Minggu, 24 November 2024 hingga tiga hari ke depan.
Bimtek ini dihadiri oleh 145 undangan, terdiri dari Anggota Majelis Masyayikh, penulis dokumen sistem penjaminan mutu PDF, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan juga 35 perwakilan pesantren pengurus satuan Pendidikan Diniyah Formal se-Indonesia.
Tujuan utama Bimtek ini adalah untuk menguatkan pemahaman kemudian keterampilan melaksanakan standar mutu di sistem penjaminan mutu institusi belajar pesantren, khususnya di dalam satuan lembaga pendidikan Pendidikan Diniyah Formal.
Identitas institusi belajar pesantren yang digunakan khas sebagai pusat sekolah berbasis tradisi Islam menjadi modal utama di menghadapi tantangan zaman. Dengan kekhasan kemudian kemandirian pesantren, Majelis Masyayikh berupaya memverifikasi bahwa pesantren tidak ada semata-mata bertahan tetapi juga berkontribusi signifikan di sistem lembaga pendidikan nasional.
Ketua Majelis Masyayikh, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan sistem penjaminan mutu merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan pesantren di menghadapi berbagai tantangan tanpa mengorbankan kekhasannya.
“Pendidikan Pesantren yang diatur pada UU No. 18 Tahun 2019 memberikan kita ruang untuk melaksanakan sekolah secara mandiri, ditambah dengan poin penting yaitu masuk di sistem institusi belajar nasional,” ungkapnya, Hari Senin (25/11/2024).
Gus Rozin juga menyatakan sistem penjaminan mutu ini akan mulai diterapkan pada awal tahun depan. “Majelis Masyayikh bertekad akan melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu ini pada awal tahun depan. Untuk menyambut pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu tersebut, maka Majelis Masyayikh mengundang Dewan Masyayikh untuk mengikuti bimbingan teknis.” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, partisipan mendapatkan seluruh materi tentang penjaminan mutu, mulai dari standar mutu pendidikan, kurikulum, kelembagaan, hingga evaluasi berbasis data. Selain teori, mereka juga ikut serta pada simulasi pengisian instrumen dan juga praktik penyusunan rencana aksi yang dimaksud aplikatif.




