Harta kekayaan Mendiktisaintek Satryo Soemantri menurut data LHKPN

Ibukota – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, serta Teknologi pada Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029 sejak 21 Oktober 2024.
Sebelum menjabat sebagai Mendiktisaintek, Satryo Soemantri merupakan salah satu tokoh yang tersebut dikenal luas di tempat bidang institusi belajar juga ilmu pengetahuan.
Awal kariernya pada dunia akademis dimulai ketika ia bergabung sebagai dosen juga peneliti di tempat Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).
Selain berkarier sebagai akademisi, Satryo Soemantri juga terlibat menjabat sebagai Ketua Akademi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (AIPI) untuk periode 2018-2023 serta menjadi anggota komisi pada bidang ilmu rekayasa.
Terlepas dari tugasnya sebagai menteri pada Kabinet Merah Putih, informasi tentang kekayaan beliau mungkin saja terbatas mengingat Satryo Soemantri adalah tokoh yang dimaksud lebih lanjut dikenal lewat kontribusi juga pembaharuan nya di dalam dunia akademik juga teknologi ketimbang sisi finansial pribadi nya.
Meski demikian, Satryo Soemantri pernah melaporkan kekayaannya pada tahun 2001 juga 2005 di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Diketahui sejak laporannya diterima per 31 Desember 2005, Satryo Soemantri mempunyai harta kekayaan sebanyak Rp7.869.464.776. Sedangkan untuk tahun 2001 sebanyak Rp1.871.975.118.
Berikut adalah rincian harta kekayaan, Satryo Soemantri berdasarkan catatan yang diterima pada data LHKPN tahun 2001.
Harta kekayaan Satryo Soemantri
1. Harta tidaklah bergerak, tanah dan juga bangunan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang mana telah lama dilaporkannya, Satryo Soemantri tercatat miliki aset merupakan tanah serta bangunan dengan nilai mencapai Rp380.040.000. Aset ini meliputi:
• Tanah seluas 359 m² pada Kota Bandung, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 1980, dengan NJOP sebesar Rp57.440.000.
• Tanah seluas 852 m² di area Kota Bogor, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 1992, dengan NJOP sebesar Rp170.400.000.
• Tanah seluas 761 m² di area Pusat Kota Bandung, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 1996, dengan NJOP sebesar Rp152.200.000.
2. Kapal laut >10.000 DWT: Tidak ada catatan yang dimaksud terlapor
3. Harta bergerak alat transportasi
Pada transportasi yang tersebut dimiliki oleh Satryo Soemantri, aset yang mana dimiliki senilai Rp240.000.000, yang digunakan meliputi:
• Mobil Toyota Kijang LSX, tahun pembuatan 1991, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 1991, dengan nilai jual sebesar Rp40.000.000.
• Mobil Toyota Kijang LEX, tahun pembuatan 1997, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 1997, dengan nilai jual sebesar Rp80.000.000.
• Mobil Honda City EXI, tahun pembuatan 2000, diperoleh dari hasil sendiri pada tahun 2000, dengan nilai jual sebesar Rp120.000.000.
4. Logam mulia, batu mulia, barang-barang seni, barang-barang antik
Satryo Soemantri tercatat miliki aset berbentuk barang-barang berharga. Berasal dari hasil sendiri, diperoleh antara tahun 1985 hingga 1990, dengan nilai jual sebesar Rp30.000.000.
5. Peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian kehutanan, pertambangan: Tidak ada catatan yang tersebut terlapor
6. Harta bergerak lainnya: Tidak ada catatan yang dimaksud terlapor
7. Surat berharga: Tidak ada catatan yang dimaksud terlapor
8. Giro juga setara kas lainnya
Satryo Soemantri simpanan giro serta setara dengan kas lainnya senilai Rp1.221.935.118 atau Mata Uang Dollar 193.776, berasal dari:
• Berasal dari hasil sendiri, dengan nilai Rp32.901.523.
• Berasal dari hasil sendiri, dengan nilai Rp785.056.193 dan juga Simbol Dolar 7.023.
• Berasal dari hibah, dengan nilai Rp403.977.402 juga Simbol Dolar 186.753.
9. Piutang: Tidak ada catatan yang digunakan terlapor
10. Hutang: Tidak ada catatan yang mana terlapor
Dengan demikian, total harta kekayaan Satryo Soemantri, sejak diterima pada tahun 2001, tercatat sebesar Rp1.871.975.118 (satu miliar delapan ratus tujuh puluh satu jt sembilan ratus tujuh puluh lima ribu seratus delapan belas rupiah).




