Derek Chisora Berdarah-darah Hancurkan Otto Wallin di dalam Pertarungan Terakhirnya

Derek Chisora bertarung hingga berdarah-darah untuk mengalahkan Otto Wallin pada pertarungan menjauhi pensiunnya. Salah satu tokoh tinju paling populer di tempat Inggris menghadapi tantangan berat di pertarungannya melawan Otto Wallin pada Co-op Live Arena, Manchester, Inggris, Hari Minggu (8/2/2025) WIB.
Namun ia mampu memutarbalikkan keadaan juga meraih kemenangan bilangan mutlak. Hasil akhir pertandingan menunjukkan 117-109, 114-112 dan juga 116-110 di laga yang digunakan disebut-sebut sebagai tarian terakhir petinju selama London ini di dalam Inggris.
Banyak yang digunakan mengira bahwa ini adalah pertarungan yang dimaksud terlalu banyak, namun Chisora tidaklah mengecewakan ribuan penonton yang tersebut datang untuk menyaksikannya untuk kedua kalinya. Anda akan mengira Chisora adalah orang asli Manchester dari dukungan yang mana diterimanya selama perjalanan ikoniknya ke “Hotel California” milik The Eagles.
Dia menikmati setiap detiknya serta tampak menikmati setiap momen.
Chisora, yang mana mendapat dukungan dari 13.000 penonton di dalam Manchester, kemudian menegaskan dirinya sejak ronde pertama lalu mengakibatkan pertarungan ke Wallin, Swedia. Chisora, yang digunakan saat ini mempunyai rekor 36-13 (23 KO), menyarangkan jab-nya ke wajah Wallin serta menyarangkan hook-nya yang mana pelan namun keras.
Sebagian besar serangan Chisora mendarat di tempat lengan petinju Swedia itu, namun sebuah tinju kiri mendarat pada pelipis Wallin pada waktu ronde berakhir. Wallin, yang dimaksud sekarang ini mempunyai rekor 27-3 (15 KO), kesulitan menghadapi tekanan Chisora dan juga harus bertahan di area tali ring, walau petarung Swedia itu juga mendaratkan beberapa serangan balasan.
Chisora bergerak lambat namun efektif, serta pada ronde ketiga ia mendaratkan sebuah pukulan kanan yang mana sangat terasa oleh Wallin, namun ia menerimanya dengan baik. Chisora sedikit melambat pada ronde keempat juga Wallin, 34, mampu meraih lebih tinggi berbagai kesuksesan dari sikap bertahan, mendaratkan jab-nya sesekali.
Semangat juang Chisora yang mana terkenal sangat terlihat pada ronde kedelapan, ketika ia dengan gagah berani berjuang melawan darah yang dimaksud mulai mengalir dalam matanya dan juga menghadirkan laga ini ke hadapan Wallin. Petinju Swedia itu terjepit di area tali ring serta Chisora mengambil keuntungan penuh. Ia menghujani lawannya dengan pukulan hook yang dimaksud seolah-olah muncul dari lantai.
Ia terus menekan lalu petinju kelas berat gaek ini mendaratkan serangan terbaiknya pada ronde kesembilan; sebuah pukulan overhand kanan yang dimaksud nampaknya belaka mengenai dagu Wallin, yang digunakan menciptakan jagoan Swedia itu terhuyung kemudian jatuh ke melawan kanvas. Chisora, yang digunakan berlumuran darah serta merasakan ritme pertandingan, menyemangati para penonton pada Manchester pada waktu ia mundur ke pojok ring pada ronde kesepuluh.
Petinju veteran ini unggul di dalam melawan kertas, namun pada masa kini memasuki ronde-ronde kejuaraan, yang belum pernah dialaminya sejak tahun 2022 ketika melawan Kubrat Pulev. Chisora menemukan energi dari suatu tempat yang mana cuma ia sendiri yang tahu serta menekan di laga itu. Darah masih mengalir di dalam matanya, ia menjulurkan lidahnya ke arah Wallin juga Wallin tak membalas.
Pada ronde kedua belas, Chisora kembali maju. Wajahnya berlumuran darah, namun ia tak peduli. Ia terus menyerang, walau kelelahan, juga beberapa detik sebelum bel akhir pertandingan berbunyi, sebuah tinju kanan keras mendarat kemudian menyebabkan Wallin terjatuh.
Wallin bangkit berdiri ketika bel berbunyi lalu Chisora, yang mana terlalu lelah untuk merayakannya, dibantu kembali ke pojokan oleh timnya. Dia sudah pernah melakukannya lagi; berusia 41 tahun serta masih mengejutkan banyak orang.
Kedua petinju ini menanti langkah resmi serta para penonton di dalam Manchester bersorak pada waktu mereka mendengar kata-kata “WAR CHISORA” julukan Derek Chisora




