Mampukah Nissan Bertahan Tanpa Bantuan Honda?

JEPANG – Negosiasi kesepakatan antara Nissan dan juga Honda masih menemui jalan buntu. Pertanyaannya, jikalau tidaklah jadi merger, bisakah Nissan bertahan tanpa bantuan Honda?
Sejak kejatuhan dramatis pimpinan “Cost Killer” Carlos Ghosn pada 2018, Nissan Motor Jepun bergulat dengan perdagangan yang digunakan lemah serta jajaran model yang tersebut ketinggalan zaman.
Pada Desember 2024, Honda Motor memberikan angin segar dengan menyetujui untuk mempertimbangkan kesepakatan yang digunakan akan menciptakan salah satu produsen mobil terbesar di tempat dunia. Ini adalah menyebabkan merger 2 perusahaan akan jadi saingan tangguh bagi merek kendaraan listrik (EV) China.
Keterikatan antara kedua rival Negeri Sakura ini, dengan sejarah serta budaya dia yang dimaksud berbeda, akan menjadi bidang usaha yang dimaksud rumit juga kompleks. Honda bersikeras bahwa Nissan harus berbenah diri terlebih dahulu sebelum kesepakatan apa pun dapat terjadi.
Pada awal Februari 2025, negosiasi menemui jalan buntu dikarenakan ketidakseimbangan kekuatan yang tersebut melekat dalam antara kedua merek.
Bisakah Kesepakatan dengan Honda Menyelesaikan Permasalahan Nissan?
Honda miliki nilai pangsa lebih banyak dari empat kali lipat dari Nissan. Menyerap saingannya akan menghadirkan skala perekonomian yang tersebut lebih lanjut besar.
Keduanya telah memiliki kemitraan dengan Mitsubishi Motors untuk mengembangkan perangkat lunak, baterai, kemudian teknologi EV lainnya. Melangkah tambahan sangat jauh lalu mengkonsolidasikan sistem EV, rantai pasokan, kemudian upaya penelitian merekan akan menyebabkan kolaborasi ke tingkat yang tersebut lebih banyak tinggi.
Itu pun bukan akan sepenuhnya menjembatani jurang persaingan dengan produsen mobil listrik seperti BYD lalu Tesla milik Elon Musk. Baik Honda maupun Nissan belum menawarkan akumulator yang lebih besar diskon serta efisien juga perangkat lunak yang dimaksud menyertainya seperti para pendatang baru tersebut.
Seberapa Negatif Keuangan Nissan?
Nissan, yang dimaksud didirikan sekitar seabad lalu, sedang berjuang. Laba bersihnya merosot 94 persen di enam bulan hingga 30 September 2024 lantaran keuntungan anjlok di tempat Amerika Serikat dan juga China, sehingga mempersulit pembiayaan kembali obligasi di jumlah total rekor yang digunakan akan jatuh tempo pada 2026.
Pada November 2024, produsen mobil yang mana berbasis di dalam Yokohama ini mengungkapkan akan memangkas 9.000 pekerjaan dari tenaga kerjanya yang dimaksud berjumlah lebih banyak dari 130.000 orang, juga memangkas kapasitas produksi hingga seperlima.
Apa Permasalahan Nissan?
Penjualan Nissan mengecil pada Negeri Matahari Terbit kemudian China, kemudian juga dalam Amerika, lingkungan ekonomi terbesarnya dan juga terpenting. Jajaran barang perusahaan terlihat ketinggalan zaman, yang menyebabkan penumpukan inventaris yang digunakan memaksa untuk menurunkan harga.
Nissan dipandang sebagai pelopor satu dekade lalu berkat Leaf, mobil keluarga kompak yang merupakan EV pangsa massal pertama di area dunia.
Sejak ketika itu, dua hal telah lama terjadi: Pesaing China baru muncul yang menawarkan EV yang digunakan tambahan baik, lalu bursa Amerika lebih lanjut condong ke kendaraan hybrid.




