Makna Imlek Dirayakan selama 15 Hari, Ditutup dengan Festival Lentera

JAKARTA – Tahun Baru China juga dikenal luas sebagai Tahun Baru Imlek , merayakan datangnya musim semi atau dikenal sebagai Festival Musim Semi di area China dan juga juga dirayakan di area Korea Selatan, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia serta negara-negara lain dengan populasi Asia yang digunakan signifikan.
Dikutip Yahoo, tradisi Imlek berpusat pada pergantian tahun lama juga menyebabkan keberuntungan juga kemakmuran ke tahun yang tersebut baru. Kembang api, kembang api, pakaian lalu dekorasi berwarna merah digunakan.
Orang-orang muda diberi uang di amplop merah. Selain itu, ada pesta serta kerabat yang tersebut sudah meninggal dihormati juga didoakan. Hari-hari pun penuh kegembiraan, dalam mana tahun ini Imlek dikaitkan dengan hewan-hewan zodiak, yakni Tahun Ular.
Kenapa Tahun Baru Imlek Berlangsung selama 15 Hari?
Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya berlangsung hingga 16 hari, tetapi hanya sekali tujuh hari pertama yang digunakan dianggap sebagai hari libur umum – dari 29 Januari hingga 4 Februari tahun ini.
Tahun Baru Imlek — juga biasa disebut Tahun Baru Imlek — menandai dimulainya tahun baru berdasarkan kalender lunar atau siklus bulanan fase-fase bulan.
Tahun baru imlek dimulai dengan bulan baru pertama pada kalender lunar lalu berakhir pada bulan purnama pertama, sekitar 15 hari kemudian. Kalender lunar didasarkan pada siklus bulan, sehingga tanggal perayaan Tahun Baru Imlek sedikit berubah setiap tahun.
Tahun Baru Imlek dimulai dengan bulan baru pada hari pertama bulan lunar pertama lalu berakhir pada bulan purnama 15 hari setelahnya. Pada hari pertama, dimulai dengan perayaan tradisional atau dikenal sebagai Yuan Dan, Hari Tahun Baru.
Selama periode 15 hari, kunjungan tahun baru, dirayakan dengan memberi penghormatan, memuja, memberi hormat tahun ini, baik diadakan terhadap keluarga kemudian teman.
Makna Imlek Dirayakan selama 15 Hari
Hari pertama, dikutipkan nationsonline, anggota tertua dan juga paling senior akan dikunjungi, kunjungan yang disebutkan berfungsi untuk meningkatkan kekuatan ikatan keluarga juga mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk seseorang.
Ada juga tradisi menyambut tamu dengan teh juga makanan manis, seperti buah-buahan manis yang seharusnya mempermanis tahun mendatang. Makanan manis dan juga buah-buahan disajikan pada menghadapi nampan bundar atau segi delapan – bentuknya menyerupai kebersamaan juga karenanya nampan yang dimaksud paling banyak diterjemahkan sebagai Nampan Kebersamaan.
Kemungkinan besar jumlah agregat manisan akan disusun pada delapan unit akibat hitungan delapan melambangkan keberuntungan. Kadang-kadang, susunan sembilan unit dapat ditemukan, bilangan bulat yang disebutkan melambangkan kekayaan, nasib baik, dan juga persatuan keluarga (perlu dicatat bahwa bagi orang China bilangan ‘8’ adalah bilangan keberuntungan serta bagi orang Thailand-China bilangan bulat ‘9’).




