Baru Dilantik, Donald Trump Didesak Deportasi Pangeran Harry

JAKARTA – Masa depan Pangeran Harry dalam Amerika Serikat kembali menjadi unsur pembicaraan setelahnya Donald Trump didesak untuk merilis berkas imigrasi sang bangsawan. Trump pun kembali memberi peringatkan bahwa ia bukan akan memberikan hak istimewa khusus untuk suami Meghan Markle itu.
Pangeran Harry telah dilakukan tinggal di area Amerika Serikat dengan keluarga kecilnya sejak 2020, pasca menyatakan bahwa merekan ingin menjalani hidup yang tersebut lebih besar tenang untuk membesarkan anak-anak mereka.
Namun, diambil Marca, hidup Harry bukan terus-menerus tenang oleh sebab itu The Heritage Foundation mempertanyakan izin memasuki negara tersebut, mengingat referensinya tentang konsumsi obat-obatan terlarang.
Akibatnya, kelompok ini mengajukan gugatan terhadap Departemen Security Dalam Negeri setelahnya permintaan Kebebasan Pengetahuan ditolak. Mereka mengklaim bahwa dokumen Harry adalah untuk kepentingan masyarakat tetapi kalah pada persoalan hukum yang dimaksud pada 23 September, setelahnya hakim Carl Nichols memutuskan bahwa dokumen yang disebutkan harus masih bersifat pribadi.
Mosi lain diajukan pada Oktober oleh Samuel Dewey, pribadi pengacara untuk Heritage, di upaya untuk membatalkan putusan tersebut, dengan mengklaim bahwa rilis berkas yang dimaksud akan membantu umum lebih tinggi memahami bagaimana Departemen yang dimaksud menjalankan tugasnya kemudian bagaimana para pejabatnya menjalankan kebijaksanaan.
Donald Trump Ancam Deportasi Pangeran Harry?
Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat menjadi kesulitan bagi Pangeran Harry. Donald Trump yang menggantikan Joe Biden, yang tersebut pemerintahannya memperkuat kerajaan tersebut, memproduksi para pengacara pada Heritage Foundation berharap kebijakan pengadilan akan dibatalkan. Tentu ini dapat menjadi hambatan bagi Harry, mengingat Trump sebelumnya menyatakan bahwa beliau ingin warga Inggris itu dideportasi, jikalau ditemukan bahwa ia memalsukan informasi pada formulir visanya, meskipun istrinya adalah orang Amerika kemudian anak-anaknya adalah warga negara ganda.
“Saya akan mendesak presiden untuk merilis catatan imigrasi Pangeran Harry kemudian presiden memang sebenarnya mempunyai kewenangan hukum untuk melakukannya,” kata direktur Margaret Thatcher Center for Freedom milik Heritage, Nile Gardiner.
“Donald Trump sedang mengawali era baru penegakan kontrol perbatasan yang digunakan ketat, juga Anda tahu, Pangeran Harry harus dimintai pertanggungjawaban penuh oleh sebab itu beliau telah terjadi mengakui pemakaian narkoba ilegal secara luas. Harapan saya adalah tindakan akan diambil,” ucapannya lagi.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa beliau tidaklah akan melindungi Harry lantaran ia telah dilakukan “mengkhianati Ratu.” Ia juga menyatakan bahwa Harry “akan sendirian” jikalau ia meraih kemenangan pemilihan pada November, yang tersebut memang sebenarnya beliau lakukan.

