Wakil Ketua DEN mengusulkan RI juga bernegosiasi dengan China

DKI Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perekonomian Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyarankan otoritas Tanah Air untuk juga bernegosiasi dengan China pada merespons kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Kita diperlukan melakukan diplomasi lalu forward looking engagement tiada hanya sekali dengan AS, tetapi juga dengan China,” kata Mari Elka pada kegiatan The Yudhoyono Institute (TYI) bertajuk “Dinamika lalu Perkembangan Planet Terkini: Geopolitik, Keselamatan juga Perekonomian Global” pada Jakarta, Minggu.
Sebab, China akan menghadapi Amerika Serikat dan, pada ketika yang sama, akan mencoba mendirikan hubungan dengan ASEAN.
“Menurut saya, kita harus bernegosiasi dengan itikad baik,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Mari Elka, Nusantara juga harus meningkatkan kekuatan sistem otonom sendiri melalui reformasi yang digunakan nyata.
Indonesia harus menjalankan dampak dari dinamika perdagangan yang bervariasi (trade diversion). Salah satu skenario yang mana kemungkinan besar terjadi yaitu banjir impor ke Negara Indonesia akibat kurangnya kesiapan tata kelola dari peralihan barang-barang ekspor lingkungan ekonomi AS.
Mari Elka berpendapat ASEAN penting memberikan respons secara kolektif dan juga berfokus pada upaya memulai pembangunan kepercayaan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya upaya meningkatkan kekuatan komitmen terhadap World Trade Organisation (WTO) serta reformasi domestik.
“Hal ini sebenarnya telah terlihat dari upaya diplomasi yang dikerjakan oleh Presiden Prabowo Subianto juga pernyataan-pernyataan terbaru dari para menteri ekonomi ASEAN,” katanya lagi.
Dia pun menekankan ASEAN harus menjauhi pendekatan proteksionisme, baik secara secara langsung maupun bukan langsung. ASEAN, lanjut dia, harus berfokus pada reformasi perekonomian domestik alih-alih pembatasan.
Meski begitu, ia juga mengingatkan pentingnya bagi eksekutif Tanah Air untuk lebih besar memprioritaskan kepentingan nasional. Setelah itu, baru meninjau bagaimana Negara Indonesia sanggup berkontribusi bagi tatanan regional kemudian global yang tersebut lebih banyak besar, teristimewa sebagai delegasi dari kawasan serta negara-negara berkembang.
“Saya yakin kita kekal mampu mengambil peran di hal ini, tapi semuanya harus dimulai dari reformasi di negeri kita sendiri,” tutur dia.
Artikel ini disadur dari Wakil Ketua DEN sarankan RI juga bernegosiasi dengan China



