Niat Sholat Dhuha: Tata Cara Hingga Keutamaannya

Daftar Isi
- Qaala Rasulullahi SAW:
- Tata Cara Sholat Dhuha
- Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat Sendiri
- Doa Usai Sholat Dhuha lalu Artinya
- Hadits tentang Keutamaan Sholat Dhuha
- 1. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
- 2. Diampuni Dosanya
- 3. Ibadah Bernilai Sedekah
- 4. Amalan Sunah Cadangan pada Hari Hisab
- 5. Dibangunkan Istana dalam Surga
Jakarta – Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang mana dikerjakan ketika matahari sedang naik. Jumlah rakaat minimal untuk sholat dhuha adalah dua rakaat, namun sanggup juga dilaksanakan dengan empat, enam, atau delapan rakaat.
Waktu yang mana tepat untuk melaksanakan sholat dhuha adalah sekitar pukul tujuh pagi hingga menjauhi waktu dzuhur.
Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA pada hadits sebagai berikut:
Qaala Rasulullahi SAW:
“Man Haafazha ‘alaa syuf ‘a tidl dluha, ghufira lahu dzunubuhu wa in kaanat mitsla zabadil bahri”
Artinya:
“Siapa hanya yang dapat mengerjakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak-banyaknya busa lutan.” (HR Tirmidzi).
Bacaan surat pada sholat dhuha pada rakaat pertama adalah surat Asy Syamsu. Pada rakaat kedua surat Adl-dluha.
Tata Cara Sholat Dhuha
Dirangkum dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari oleh Ustadz Arif Rahman, sholat dhuha minimal dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan juga maksimal dua belas rakaat. Sholat dhuha juga dikerjakan secara munfarid (tidak berjamaah).
Pertama-tama, niat sholat dhuha dibaca pada di hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Untuk tambahan jelasnya, berikut adalah tata cara sholat dhuha:
-
Membaca niat
-
Takbiratul ihram
-
Membaca doa iftitah
-
Membaca surah Al-Fatihah
-
Membaca salah satu surah Al-Qur’an
-
Rukuk
-
I’tidal
-
Sujud pertama
-
Duduk di antara dua sujud
-
Sujud kedua
-
Bangkit juga melaksanakan rakaat kedua sesuai yang diwujudkan pada rakaat pertama
-
Tasyahud akhir serta salam.
Tata cara ini mampu diulang sesuai total jumlah total rakaat yang dimaksud diinginkan. Contohnya empat rakaat secara terpisah 2-2 atau enam rakaat secara terpisah 2-2-2.
Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Aku niat shalat sunat dhuha dua raka’at, akibat Allah ta’ala.
Tata cara sholat dhuha sebanding dengan sholat pada umumnya. Kemudian setelahnya sholat dhuha membaca doa.
Doa Usai Sholat Dhuha lalu Artinya
Mengutip dari NU Online, bacaan doa setelahnya sholat dhuha ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi’i yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal.
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.
Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, juga penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.”
اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu’assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba’īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.
Artinya, “Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada dalam menghadapi langit maka turunkanlah. Jika berada di pada bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan juga kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang dimaksud Engkau datangkan terhadap para hamba-Mu yang tersebut saleh.”
Setelah itu, kita juga dianjurkan membaca lafal doa berikut ini:
اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ
Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.
Artinya, “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”
Sebagai penutup, kita dianjurkan juga untuk melakukan penutupan doa sholat Dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak-banyaknya 40 atau 100 kali apabila memungkinkan:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabbighfir lī, warhamnī, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwābur rahīm.
Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku. Terimalah tobatku. Sungguh, Kau maha penerima tobat kemudian maha penyayang.”
Demikian lafal doa pasca sholat Dhuha yang dianjurkan untuk dibaca. Semoga permohonan kita diterima oleh Allah SWT.
Hadits tentang Keutamaan Sholat Dhuha
1. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya
Dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menjelaskan hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:
يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه
Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) dikarenakan Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)
2. Diampuni Dosanya
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: “Barang siapa yang tersebut menyimpan sholat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau berjumlah buih ke lautan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, kemudian Ahmad)
3. Ibadah Bernilai Sedekah
Dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh ke antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan juga menghindari kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)
4. Amalan Sunah Cadangan pada Hari Hisab
Abu Hurairah meriwayatkan hadits, bahwa Nabi SAW bersabda:
إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العَبْدُ يَوْمَ القِيامةِ مِن عَمَلِه صَلاتُه، فإن صلَحَتْ فقدْ أَفلَحَ وأَنجَحَ، وإن فَسَدَتْ فقدْ خابَ وخَسِرَ، فإن انْتَقَصَ مِن فَريضتِه شيءٌ قالَ الرَّبُّ تَعالى: انْظُروا هلْ لعَبْدي مِن تَطَوُّعٍ، فُيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَصَ مِن الفَريضةِ، ثُمَّ يكونُ سائِرُ عَمَلِه على ذلك
Artinya: “Sesungguhnya yang tersebut pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia sudah lulus kemudian beruntung, kemudian apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa serta rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang bermetamorfosis menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan juga Ibnu Majah)
5. Dibangunkan Istana di Surga
Hadits keutamaan sholat dhuha lainnya berasal dari Anas bin Malik yang mana mengemukakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
مَن صلَّى الضّحى ثِنْتَيْ عشرة ركعة بَنى الله له قَصرا من ذَهب في الجنَّة
Artinya: “Barang siapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan mendirikan baginya istana dari emas pada surga.” (HR Tirmidzi juga Ibnu Majah)
Artikel ini disadur dari Niat Sholat Dhuha: Tata Cara Hingga Keutamaannya




